Currently browsing posts found in April2007
Luka yang tawarkan sejuta rasa
Pedih dan perih mengecapnya
Apapun itu rasanya.
Tapi,…
Sungguh ku’tak apa’
Kupunya hati sudah tegar
Sudah paham suatu bahan ini
Di akhir cerita hati memilih.
Meski tak bisa pendam mata hati
Timbun sejuta air tak bernyawa
Basahi seribu pori-pori jiwa…
Jua,
Hidup seperti itu
Cuma berbisik selewat angin
Tambah ini makin menyepi.
Tiada cerita tuk’ berapa waktu
Sejenak lirih bersama malam
Merajut naskah bersama bulan.
Lain nanti cerita [...]
Posted at: April 13th, 2007 - 6:37 pm - Number of Comments » 0
Awalnya tidak ada jalan, Hanya jika seseorang memulainya,
maka jalan itu akan ada bagi orang lain
Jika kamu memancing ikan…. Setelah ikan itu terlekat di mata kail,
hendaklah kamu mengambil ikan itu….
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja….
Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu
dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.
Begitulah [...]
Posted at: April 3rd, 2007 - 7:06 pm - Number of Comments » 0
Saat Langit berhias tujuh warna,
Kau bilang itu semu,
melelahkan semua asa,
mendetakkan lara.
Saat Senja terbenam,
Kau bilang itu kehampaan,
meratap pd memori,
membakar tiap tetes air mata.
Lalu…
Pada malam kau berlirih,
“Akhiri saja”
Pada Bintang kau berpesan,
“Terangi tilasku saja”
Pada Bulan Kau berteriak,
“Gerhanalah!!!”
Dan sesaat semua gulita,
Pada kegelapan kau bernazak,
“Temani Aku… menghilang”
Posted at: April 3rd, 2007 - 7:04 pm - Number of Comments » 0