<

/prolog
Ingin ku lepaskan semua beban ini
dalam diam
semua terungkap
perlahan
melepaskan aksara

Namun ternyata
hanya butiran air mata

Saat kau beri arti
tak kau hiraukan asaku

Mengapa?

/Malam
Takkan kubiarkan kesepian merenggut ceriamu
Takkan kurelakan sunyi malam ini mencumbumu
Sebab aku hadir lewat bait-bait puisi yang menjagamu
Lewat deretan kata-kata yang mengawal dirimu
Melewatkan waktu bersama bunga tidurmu

/Mimpi
Sepi
Rindu
Ingin bertemu
Ingin bersama
Menjadi bentuk not baru
Dalam dendang cintaku padamu

/Arti
Cinta tidak menuntut pemberian
Cinta hanya mengajukan pengertian
Melahirkan urat-urat keilkhlasan
Berbunga dalam sikap kesetiaan

Cinta membutuhkan kasih sayang
Cinta perlu balutan saling mengasihi

/Fajar
Kelukan asap dupa kala pagi mulai bergeliat
Laksana bayangmu yang menggoda gairah jiwa
Pesona kembang jiwa yang bermekaran di taman asmara
Menyatu dalam irama takdir saling setia dalam ikatan suci cinta

/Epilog
Diujung tawa kudengar nyanyian sunyi
menembus dinding kehampaan
kala penat ini terbasuh rasa sayangmu
ingin kurebahkan tubuh lelah ini
dalam peraduan tanpa batas


ingin kembali kudengar dendang riang
tentang cita dan harapan
yang selalu kita rajut
berharap kuat tersimpul
walau kendala selalu ada


Kucoba berdiri tegak
bersandar dan berpegang pada lembut tubuhmu
yang selalu sedia dan setia
meyakinkan aku


Hidup bukan hanya hari ini
bukan sekedar tidur dan makan
tapi lebih pada memberi makna
pada jejak yang akan di tinggal
terutama tentang
arti kita…

February 2nd, 2008 at 10:08 pm


3 Responses to “Tentang Asa & Rasa”
  1. 1
      ntan fm says:

    mngkn asa dan rasa memnag tak prlu diungkapkan..cukup disimpan..knr smuany trlalu samar u/ diartikan.

  2. 2
      DIFa says:

    kak…ika belum bisa comment bis ga bisa ngasal dunk mengomentari puisimu yang kebanyakan menyedihkan itu…padahal..kk tuh bisa tau mendapatkan cinta yang kk harapkan…ayo berjuang…

  3. 3
      ღ Me aLoNe ღ says:

    memang cuma air mata yang nyata setia ada untuk kita….
    saat kit benar2 kehilangan arah ketika semua mimpi yang telah di rajut hilang tanpa bekas….

    sungguh sangat menyakit kan…
    dan lagi hanya ada air mata ini…