Kau hanya terdiam
Ketika sedihmu hadir
Ketika bebanmu memuncak
Ketika airmatamu tak tertahan
Kau tak sendiri
Aku bersamamu
Disampingmu
Rangkul dirimu
Dekap dirimu
Coba tenangkanmu
Hapus airmatamu
Dan aku hanyalah pelarianmu
Aku lelah dengan itu semua
Ruangan ini sudah tahu betapa muaknya aku !
Tahukah kamu ?
Berapa sering hati ini terjebak imajimu ?
Berapa banyak keringat, air mata, ceria untukmu ?
Saat rasa mulai melenyap
Namun perlahan kau sinari kembali
Kamu tahu ?
Aku lelah menghadapinya !
"Aku bukan belahan jiwamu"
Itu katamu menjawab kecintaanku padamu
Kau ingin aku mengerti rasamu terhadapnya
Kau ingin aku mengerti kebahagiaanmu dengannya
Kau tak pernah perduli dengan apa yang kurasakan
Kini
Semua telah terlambat
Semua telah usai
Jangan pernah kau berharap aku ada (lagi)
Akhiri saja semua sampai disini
Semoga tak ada air mata dari dirinya lagi
Semoga tak ada air mata untuk kepergianku
Maafkan aku
Tak pernah bisa menjadi seperti dia
Tak pernah bisa mengertikan dirimu
adakah kesedihan yg melebihi
kesedihan ketika mengetahui
tak ada lagi yg bisa dilakukan
ut menyelamatkan hati….???
tak ada..
sungguh tak ada..
kesedihan itu egois
kesedihan itu anarkis
ia menghancurkan semua yg ada
di sekitar qt
apapun….
hati hanya keping kecil
August 28, 2008 @ 9:23 pmdalam tubuh
mengapa harus ia mengendalikan
seluruh tubuh?
congratz..
September 19, 2008 @ 10:47 pmnice poem..
aktif di tred masukkan semuanya ya..
cu thereeeeee
gile rekan gw satu ini sudah memiliki jiwa seni yg tinggi. gile……….. gile……………
October 11, 2008 @ 7:20 am