<

Kau hanya terdiam
Ketika sedihmu hadir
Ketika bebanmu memuncak
Ketika airmatamu tak tertahan

Kau tak sendiri
Aku bersamamu
Disampingmu
Rangkul dirimu
Dekap dirimu
Coba tenangkanmu
Hapus airmatamu

Dan aku hanyalah pelarianmu

Aku lelah dengan itu semua
Ruangan ini sudah tahu betapa muaknya aku !
Tahukah kamu ?
Berapa sering hati ini terjebak imajimu ?
Berapa banyak keringat, air mata, ceria untukmu ?

Saat rasa mulai melenyap
Namun perlahan kau sinari kembali
Kamu tahu ?
Aku lelah menghadapinya !

"Aku bukan belahan jiwamu"
Itu katamu menjawab kecintaanku padamu

Kau ingin aku mengerti rasamu terhadapnya
Kau ingin aku mengerti kebahagiaanmu dengannya
Kau tak pernah perduli dengan apa yang kurasakan

Kini
Semua telah terlambat
Semua telah usai
Jangan pernah kau berharap aku ada (lagi)

Akhiri saja semua sampai disini
Semoga tak ada air mata dari dirinya lagi
Semoga tak ada air mata untuk kepergianku

Maafkan aku
Tak pernah bisa menjadi seperti dia
Tak pernah bisa mengertikan dirimu

July 27th, 2008 at 4:10 am


3 Responses to “Teardrops”
  1. 1
      za says:

    adakah kesedihan yg melebihi
    kesedihan ketika mengetahui
    tak ada lagi yg bisa dilakukan
    ut menyelamatkan hati….???

    tak ada..
    sungguh tak ada..
    kesedihan itu egois
    kesedihan itu anarkis
    ia menghancurkan semua yg ada
    di sekitar qt
    apapun….

    hati hanya keping kecil
    dalam tubuh
    mengapa harus ia mengendalikan
    seluruh tubuh?

  2. 2
      cute366 says:

    congratz..
    nice poem..
    aktif di tred masukkan semuanya ya..
    cu thereeeeee

  3. 3
      embie says:

    gile rekan gw satu ini sudah memiliki jiwa seni yg tinggi. gile……….. gile……………