Rasa ku tetap abadi
Namun ku tak lagi sendiri
Buku harian ku dipenuhi dengan catatanmu
Puisi-puisi ku menyambut cintamu
Langkah kaki ku bersamamu
Mendayu dalam nada
Seirama
————————
Ya Allah…
Setiap kedip mataku,
Aku bersyukur atas nikmat ini,
Banyak orang melihat, tetapi buta.
Ya Allah…
Setiap tarikan nafasku,
Aku bersyukur atas karunia ini,
Banyak orang mencium, tetapi tidak mampu membau.
Ya Allah…
Setiap suara yang kudengar,
Aku bersyukur atas berkah ini,
Banyak orang mendengar, tetapi tuli.
Ya Allah…
Setiap desir angin yang kurasa,
Aku bersyukur atas rahmat ini,
Banyak orang merasa, tetapi kebal.
Ya Allah…
Setiap degub & detak jantungku,
Aku bersyukur atas nafs ini,
Banyak orang hidup, tetapi mati.
Ya Allah,
Jangan KAU cabut rasa syukurku ini dari hatiku,
Yang dapat membuatku Buta, Bebal, Tuli & Mati
————————
Ya Rabb…
Terimakasih telah kau hadirkan
Karunia terindah,
Cahaya penerang hidup,
Penyemangat Jiwa,
Yang mengajarkan aku sabar & ikhlas
Yang mampu menjaga jarak, ruang & waktu
————————
Cintaku…
Ingatkan ku kala ego ini tak dapat kubendung
Ingatkan ku kala ku khilaf
Terimakasih atas pengorbananmu
Sayangku…
Maaf,
Aku belum bisa memahami mu sepenuhnya
Aku belum bisa menjadi seseorang yang engkau banggakan
Maafkan aku atas ketidaksempurnaan ini
————————
Dan aku
Takkan pernah berhenti tuk mencintaimu…
so swiiiiiiiiiitttttt….
May 27, 2009 @ 9:26 amwiiiiiyyy pertamax…
May 27, 2009 @ 9:26 amaku dunk mau dapat puisi beginian..
I’m speechless when I read your poem…
May 29, 2009 @ 1:02 amJgn berhenti berjuang y cause I’m still here…
kk..klo ntar pas aq ultah aq bikin puisi d fs..gmn carany biar cungkring baca y..hiks.hiks.hikssssss…
June 16, 2009 @ 12:00 am