Hari ini hujan turun tanpa petir
Ku mulai pagi ini tanpa mandi
dan yang pertama kali kulakukan adalah
menunggumu Online di YM ku

Tanpa alasan aku mengenalmu
Tanpa alasan aku rindu padamu
Tanpa alasan aku mencintaimu
dan tanpa alasan kau tinggalkan aku

Pernahkah Engkau merasakan sesuatu yang biasa hadir mengisi hari-harimu,
tiba-tiba lenyap begitu saja.
Hari-hari pun pasti berubah jadi pucat pasi tanpa gairah.
Saat kau hendak mengembalikan sesuatu yang hilang itu dengan sekuat daya
namun tak kunjung tergapai.
Kau pasti jadi kecewa seraya menengadahkan tangan penuh harap
lewat kalimat doa yang tak putus-putusnya.

Sungguh,
Bidadari telah pergi pagi ini.
Aku kehilangan dirimu yang berhari-hari menangkap cahaya
hingga memekarkan kelopak bunga di jiwa.
Percintaan ini penuh wangi dan warna.

February 21st, 2008 at 10:44 am | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

/prolog
Ingin ku lepaskan semua beban ini
dalam diam
semua terungkap
perlahan
melepaskan aksara

Namun ternyata
hanya butiran air mata

Saat kau beri arti
tak kau hiraukan asaku

Mengapa?

/Malam
Takkan kubiarkan kesepian merenggut ceriamu
Takkan kurelakan sunyi malam ini mencumbumu
Sebab aku hadir lewat bait-bait puisi yang menjagamu
Lewat deretan kata-kata yang mengawal dirimu
Melewatkan waktu bersama bunga tidurmu

/Mimpi
Sepi
Rindu
Ingin bertemu
Ingin bersama
Menjadi bentuk not baru
Dalam dendang cintaku padamu

/Arti
Cinta tidak menuntut pemberian
Cinta hanya mengajukan pengertian
Melahirkan urat-urat keilkhlasan
Berbunga dalam sikap kesetiaan

Cinta membutuhkan kasih sayang
Cinta perlu balutan saling mengasihi

/Fajar
Kelukan asap dupa kala pagi mulai bergeliat
Laksana bayangmu yang menggoda gairah jiwa
Pesona kembang jiwa yang bermekaran di taman asmara
Menyatu dalam irama takdir saling setia dalam ikatan suci cinta

/Epilog
Diujung tawa kudengar nyanyian sunyi
menembus dinding kehampaan
kala penat ini terbasuh rasa sayangmu
ingin kurebahkan tubuh lelah ini
dalam peraduan tanpa batas


ingin kembali kudengar dendang riang
tentang cita dan harapan
yang selalu kita rajut
berharap kuat tersimpul
walau kendala selalu ada


Kucoba berdiri tegak
bersandar dan berpegang pada lembut tubuhmu
yang selalu sedia dan setia
meyakinkan aku


Hidup bukan hanya hari ini
bukan sekedar tidur dan makan
tapi lebih pada memberi makna
pada jejak yang akan di tinggal
terutama tentang
arti kita…

February 2nd, 2008 at 10:08 pm | Comments & Trackbacks (3) | Permalink

Kala Senja menggoreskan tinta Cinta,
di Senyummu ku bercerita tentang Surga,
di Buliran air matamu ku menyucikan diri,
dalam lembut jemarimu,
ku temukan sebagian tulang rusukku.

Cinta adalah lautan tak bertepi,
Langit hanyalah serpihan buih belaka,
Langit berputar karena gelombang Cinta.
Andai tak ada Cinta,
Langitpun membeku.

Engkaulah api Cinta yang membakar ku,

Engkaulah anggur Cinta yang mengilhami ku
.

Karena Cinta, segalanya menjadi ada.
& karena Cinta pula,
ketiadaan nampak sebagai keberadaan.

January 26th, 2008 at 7:46 pm | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

"Ada kalanya kita harus berkata ‘ya’ jika ‘tidak’ dan ‘tidak’ jika ‘ya’.
Jika lahirmu adalah kelahiranku,
maka kau akan memilih untuk tidak dilahirkan."

Sepenggal kata dr seseorang yg telah ku curahkan perhatian ku padanya,
selama lebih dari 6 bulan terakhir ini.

Diri ini tak pernah mempunyai arti dalam hatinya.
Mungkin aku salah mengartikan itu semua,
salah mengertikan perasaan itu,

Namun,
Di dalam jiwa mu,
Membahagiakan diriku.
Salahkah bila ku mendambanya?
merindukannya?
Aku sadar,
diri ini tak pantas bersanding dengannya.
tak mungkin selalu ada untuknya.
Karena aku,
Manusia Biasa!

Bila memang itu kehendak mu,
Bila Cintaku tak dapat membahagiakanmu,
Janganlah Engkau beri aku harapan,
&
Tak Perlu lagi ada…
Perjumpaan

December 2nd, 2007 at 9:21 pm | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Patah sayap awan
kita mengenalnya sebagai hujan
hujan mulai sering menyapa bumi
seperti air yang ruah dimata mu

Waktu kian merintih untuk kegalauannya
ketika mentari menjelang keangkuhannya
tiada arti tuk meratapinya
hanya tangis sepeninggalannya

/

Diam,
Kau Memilihnya,
Membisukan aku,
Dalam tertanya.

takda lagi tawa lebar membangga
takda lagi senyum sinis menghina
hanya sebuah harapan semu
dan penyesalan yang semakin menghimpit

Menangislah,
setajam mimpimu
pisahkanlah,
akhir kisah hidupmu
tertawalah,
di batas segala dayamu
persatukanlah ketidakberdayaanmu

/

Bunga tak kubawa
Saat datang menyapa
Bersimpuh di ruangmu
Wangi melati
Masih tersisa di situ

Retak tanah jalan setapak
Kulalui dalam perih
Kembali lagi aku ke sini
Dalam duka yang beda
Kehilangan yang sama

Bunga jiwaku tak berubah
Selalu buatmu
Mekar di tengah kemarau
Tersirami rindu padamu

——————————-

NB: requested by Bayu, http://bayoeaza.wordpress.com/2007/11/20/patah-sayap-bidadari/

November 22nd, 2007 at 6:35 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Ketika hati tidak ber tuan
Aku pun menanti rembulan
Ketika harapan tinggal impian
Kau pun melayang bersama awan

————————————-
Kalau saja ku mampu
Menindas rasa didalam kalbu
Men
cinta bayangan semu
Mengukir puisi diatas batu
Sia-sia ku bertumpu

————————————-
Lalu, akan kemana kubawa
Api yang kadung membara
Bukan kah kau berkata :

Cinta tak perlu bersama ?
————————————-
 Aku manusia yang lemah
Yang tak luput dengan kekurangan
Maafkanlah bila ku tak bisa
Menjaga semua yang telah
Kita bina bersama

————————————-
Tapi apalah dayaku
Semua telah terjadi
Namun kuingin kau tau

Aku masih cinta
————————————-
Ingin kembali ku dengar
Tentang Cita & Asa
Yang pernah kita rajut
Berharap kuat tersimpul
Walau kendala selalu ada

————————————-
Dan kuingin kau tau
Aku masih cinta…

September 24th, 2007 at 2:54 pm | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

Kita selalu berselisih jalan, namun kita melihat langit yang sama.
Tertiup angin, kita merasakan dingin yang sama.

Aku sadar aku tak tahu semua tentang mu,
tapi aku dapat menemukan mu.

Aku tak punya bukti,
Tapi aku meyakini.

Apakah kita dapat berbagi kesepian kita?
Aku ingin menekankan telinga ku ke hati mu
dan tenggelam kedalamnya.

Bilakah kita bersua kembali?
Karena hati ini,
takkan pernah goyah untuk mu…

July 26th, 2007 at 11:52 pm | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Sendiriku adalah rasa yang abadi…
Sepiku adalah buku harian…
Kebisuanku adalah puisi-puisi…
Sunyiku adalah langkah kaki…

Menyeret ta’ bernada…
Hampa…

————————

Lambat waktu berdetak,
Iringi rinai,
Luapkan bulir-bulir yang terbuai.

Resah…
Desah terkikis,
Hanya terdiam & beku…

Adakah kau merasakannya?
Akankah?

Lalu,
Mengapa yang ku lihat hanya langit 7 warna?

————————

Aku memang ta’ pernah bisa memahami hatimu…
Aku bahkan ta’ mampu menyadari bahwa kau memang bukan untukku…

Maafkan aku atas ketidaksempurnaan ini,
Karena…
Semakin ku coba tuk melupakanmu,
Semakin lekat bayang dirimu…

————————

& Kau adalah Inspirasiku…

May 31st, 2007 at 5:14 am and tagged  | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

Luka yang tawarkan sejuta rasa
Pedih dan perih mengecapnya
Apapun itu rasanya.

Tapi,…
Sungguh ku’tak apa’
Kupunya hati sudah tegar
Sudah paham suatu bahan ini
Di akhir cerita hati memilih.

Meski tak bisa pendam mata hati
Timbun sejuta air tak bernyawa
Basahi seribu pori-pori jiwa…

Jua,
Hidup seperti itu
Cuma berbisik selewat angin
Tambah ini makin menyepi.

Tiada cerita tuk’ berapa waktu
Sejenak lirih bersama malam
Merajut naskah bersama bulan.

Lain nanti cerita ini…

Pernah ku tawarkan isi hatiku
Tuk redakan setiap luka
Pernah ku ungkap tuk milikimu
Kau membisu, apakah itu jawabmu?

Pernah ku kira ini tentang cinta
Oh ternyata, hanya sahabat setia
Pernah kau minta bunuh cintaku
Kau membisu, takkan pernah jawabku!

Walau
Setiap tetes air mata
Selalu kau menangis di tubuh ku
Namun setiap saat kau bahagia
Selalu kau memilih bersamanya

Note: Ini cuma gabungan beberapa lirik lagu ~_~

April 13th, 2007 at 6:37 pm and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Awalnya tidak ada jalan, Hanya jika seseorang memulainya,
maka jalan itu akan ada bagi orang lain

Jika kamu memancing ikan…. Setelah ikan itu terlekat di mata kail,
hendaklah kamu mengambil ikan itu….
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja….
Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu
dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang…
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya…
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja…
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu
dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu….

Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu

teguh….
cukuplah sekadar keperluanmu….
Apabila sekali ia retak, tentu sukar untuk kamu menambalnya semula….
Akhirnya ia dibuang….
Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan

lagi….

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya….
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu

istimewa….
Anggaplah dia manusia biasa.

Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk

menerimanya….
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga

ke akhirnya….

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi… yang kamu pasti baik untuk

dirimu.
Mengenyangkan.
Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
Kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan…..
yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu.
Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya.
Dan apabila dia menjadi milik orang lain, kamu juga yang akan menyesal…

April 3rd, 2007 at 7:06 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink